Jangan Ngaku Pejuang LDR Kalau 6 Pertengkaran Ini Nggak Pernah Jadi Bumbu Hubungan Kalian

buat-kamu-yang-ldr-an-pertengkaran-karena-6-hal-ini-rasanya-sudah-biasa buat-kamu-yang-ldr-an-pertengkaran-karena-6-hal-ini-rasanya-sudah-biasa

Semua orang seloyalnya bisa menjalani hubungan jarak pol. Tapi sayangnya tak semua orang mau memilih hubungan ini. Ada yang bilang LDR tuh kembar kayak nggak punya pacar, jadi mending jomblo aja sekalian. Ada yang bilang LDR itu banyak di modal. Ada juga yang bilang LDR itu cuma buang-buang batas aja. Sementara buat kamu dan dia yang menjalaninya, LDR itu prosedur melampas deras hal seperti kepercayaan dan kesabaran. Mengingat kalian rawan sekali kemenyimpangpahaman yang seringnya juga berujung pada pertengkaran.

Tapi kalau ngomongin pertengkaran kalian, kira-kira hal apa saja sih yang sering jadi penyebabnya? Jangan ngaku pejuang LDR-an kalau belum khatam dengan ini ya~

1. Rindu memang tanda sayang, tapi seringnya ini melaksanakan kamu atau dia lebih sensitif dan jadi mudah marah-marah

Lama banget sih lulusnya! Nggak sekalian pahamn depan aja….

Kamu kenapa? Kok tiba-tiba nyolot begitu suaranya.

Nggak ada hujan atau angin tiba-tiba kamu memarahi dia yang juga tak mengerti apa-apa. Padahal sebelumnya kalian masih berbincang di chat room dengan tidak marah-tidak marah. Tapi dalam hitungan menit, saat kalian sedang telepon dan dia membicarakan rencana kelulusannya, kamu mendadak tak terima dan marah. Atau kadang lucunya lagi, sesudah marah-marah dia langsung bilang rindu denganmu.

Rindu untuk kamu yang LDR-an memang berjibun maknanya tak hanya tanda sayang. Tapi kadang memperlihatkan betapa rindu itu membingungkan, karena melakukan rasa-rasa yang terasa dalam satu waktu bercocokan.

2. Kesal saat ada yang lebih sering memilih nongkrong bareng teman daricukup telepon dengan pasangan

Nggak jadi lagi nih video call-nya? Dari kemarin keluar terus sepadan temanmu.

Iya dia lagi ada macela sayang, minta ditemani.

Ya udalah terserah!

Maklum sudah jarang ketemu kalian pun punya kesibekerjan yang cukup dit setiap harinya. Jadilah urusan telepon atau video call biasanya saja bisa akhir pekan atau sedang liburan. Tapi sayangnya kadang kenyataan tak Bertimbal dengan rencana, seperti dia yang mendadak pergi dengan temannya. Mau melarang nggak mungkin, tapi mengikhlasakan quality time kalian juga sulit.

3. Saat alpa satu dari kalian kehabisan pulsa atau sibuk tak ketulungan, lintas tak bisa saling berkabar

Kamu dari mana aja sih? Kok pesan aku nggak dibalas-balas?!

Aku baru isi paket data, Yang.

Kan masih ada wifi!

Tadi seharian aku nyari buku cocok belanja keperluan bulanan.

Hmmm….

Mereka yang satu kota saja masih sering mempermamelencengkan pemberipahaman. Apalagi kalian  yang LDR-an, yang tak bertemu bisa lebih dari sepahamn. Berkirim pemberipahaman bukan lagi keperluan tapi sudah jadi kebutuhan. Kamu dan dia perlu berpemberipahaman setiap hari paling tidak sekali atau dua kali.

Belum lagi kalau kalian berjarak negara. Kamu dan dia harus pintar-pintar membagi era untuk saling berkabar. Berkabar pun bisanya namun mengandalkan internet saja. Nggak heran kalau saat khilaf satu dari kalian sibuk atau kehabisan pulsa atau paket data, kamu dan dia bisa tiba-tiba ngambek atau marah-marah tak karuan.

4. Sumpek dengan persoalan yang lain, tapi sayangnya tak ada dia di sisimu

Kerjaan numpuk, orangtua kusam, belum lagi urusan keuangan yang tak bisa jika tak dipikirkan. Rasanya ingin sekali ada sosok dia yang tak hanya jadi tempat curahan segala kisah sulit ini. Tapi juga ada tempat untuk bersandar, setidaknya genggaman tangannya atau elusannya di kepala bisa jadi penenang. Tapi kenyataannya, dia yang kamu harapkan justru berada di ribuan mil maksimalnya. Akhirnya pun suasana hatimu sendiri yang dipertaruhkan. Kamu jadi sering mudah muram dan ujung-ujungnya kesal tak jelas diri sendiri atau dengan pasanganmu ini.

5. Salah paham karena salah tafsir bahasa SMS atau chat sih udah jadi sering sekali

Iya, sudah.

Sengkat sekali balasnya, maaf deh kalau aku ganggu.

Nggak ganggu, Yang. Nanti kan kalau urusanku sudah beres, kamu pasti aku hubungin.

Hmmm

Bahasa tulisan memang lebih rentan terjadi multi tafsir. Apalagi kalau kamu dan dia saling bersuntukan. Salah pilihan kata sekuku saja, ditambah dengan munculnya praduga-praduga negatif, Tuna paham sampai bertengkar karena miss-komunikasi sih sudah sering sekali. Jadi satu-satunya komunikasi yang paling aman untuk kamu yang LDR-an yang memang dengan telepon langsung. Setidaknya lewat suara kamu bisa membaca suasana yang seakuratnya.

6. Sudah membayangkan pertemuan dengannya, tapi tiba-tiba dia membatalkan kepulangannya karena acara tertentu

Maklum tak bertemu santak berbulan-bulan menciptakan rindu tak lagi tertahan. Dan sekalinya ada rencana untuk berjumpa, pastilah kamu atau dia berharap sampai membayangkannya. Kamu menanti-nanti batas hidup di mana bisa menatap mata sayunya langsung sambil mendengar suara seraknya. Kamu dengan sabar menunggu saat-saat di mana kalian terGelak tanpa jarak, mungkin sekadar menggenggam tangannya. Tapi harapan sekadar harapan, bayangan tadi justru menciptakanmu lebih emosi saat ternyata rencana yang sudah dibuat berantakan.

Saat seperti ini rasanya hubungan kalian drama sekali. Tapi ungkapnkah pertengkaran hal wajar dalam setiap hubungan apapun. Toh pertengkaran inilah yang jadi wadah kalian melancarkan lebih dalam mengenai hubungan serta pasangan.

Menjalani LDR memang lebih sulit, tapi ini yang buat kalian lebih hebat urusan hati.